Awal cerita, hari Jum'at dua bulan yang lalu, saat menjemput Regan disekolah, aku tak melihat dimana dia. Biasanya kalau aku belum datang, dia duduk menungguku sambil menikmati es. Tapi hari itu dia tidak ada. Kemudian aku mulai mencarinya di kantin sekolah, tapi sama saja aku tak melihat dia jajan disana. Naiklah aku keatas menuju kelasnya, siapa tahu dia masih menulis ( kebiasaannya selalu pulang paling akhir karena belum selesai mengerjakan tugas ).
Duh. aku mulai kelimpungan karena didalam kelasnyapun aku hanya melihat mas OB yang sedang membersihkan kelas. Aku turun lagi kemudian bertemu bu Rini ( wali kelasnya ). " Regan sudah pulang dari tadi kok bu, belum ketemu?" , duuuh aku semakin kelimpungan, kemana anak ini?. Aku benar-benar diburu waktu karena saat itu sudah jam 11 lewat. Aku selalu mewanti-wanti dia kalau hari jum'at harus pulang cepat karena pak ojek langganan harus ke masjid untuk sholat Jum'at.
Akhirnya aku kembali naik, tapi bukan kelasnya yang aku tuju melainkan kelas 2 Umar tepat berada di samping kelasnya ( 2 Usman ). Aku tidak tahu seperti dituntun saja supaya segera menuju kelas tersebut. Saat aku tengok kedalam kelas ada dua orang siswa salah satunya adalah Regan sedang menyusun bangku diatas meja. Ada yang dimiringkan dan ada yang hanya disusun memanjang. Alhamdulilah ucapku karena aku menemukannya dikelas itu. Semula aku tak mengerti mau diapakan bangku-bangku itu. Kemudian aku hanya bisa tersenyum saat melihat mereka menaikinya, meniti bangku-bangku yang mereka susun berdua, kemudian mereka bermain perosotan.
Aku lihat raut kegembiraan diwajah mereka. Seakan lupa dengan beban sekolahnya. Mereka berteriak-teriak kegirangan. Tapi sejenak aku perhatikan teman Regan lama-lama aku merasa belum pernah melihat dia disekolah. Terlihat asing bagiku. Tak selang beberapa lama, teman-teman lainnya mulai berdatangan. Heboh sekali mereka saat melihat Regan dan kawan misteriusnya itu asyik perosotan. Mereka kemudian memanggil kawan-kawan lainnya untuk bermain bersama. Akupun tak bisa menunggu lama, aku segera mengajaknya pulang. Saat bersiap pulang, aku melihat kawan-kawan Regan yang lainnya ikut datang dan bermain, bahkan kakak-kakak kelasnya yang duduk dikelas 5 dan 6, mereka semua asyik bermain.
Dalam hati aku tergelitik dengan ulahnya. Sejak dulu Regan memang gemar membuat mainan sendiri, mulai dari kerdus bekas susu, botol bekas, gabus, bantal- guling yang disusun-susun, dll. Satu hal yang menjadi pikiranku selama ini adalah apa saja yang dibuatnya digemari banyak orang, kawan-kawannya.
Saat dimotor pak ojek aku menanyakan siapa yang punya ide seperti itu?, lalu siapa nama teman yang membantunya membangun "playground" tadi. Dia menjawab , " aku" kemudian " itu temen baruku ( baru pindah sekolah ) dia kelas 2 Umar namanya Tio ". Dalam hati aku kagum dia bisa cepat akrab dengan kawan barunya itu. Sebenarnya Regan tidak ada masalah dalam bergauL. Hanya terkadang sifat terlalu pekanya membuat dia susah menerima perlakuan usil teman-temannya. Dan usut punya usut, akhir-akhir ini permainan tersebut semakin sering dimainkan bersama saat pulang sekolah.






No comments:
Post a Comment